style="font-family: arial;">Obesitas
merupakan salah satu faktor terjadinya sindroma metabolik, yang dapat
meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah serta diabetes melitus.
Berpuasa dapat menahan makan sehingga berat badan bisa terkontrol dengan baik,
dengan demikiankemungkinan terjadinya penyakit jantung pun semakin kecil.
Kapan
penderita penyakit jantung boleh berpuasa?
Suatu
penelitian di Qatar yang dilakukan selama 10 tahun, sebanyak 2.160 pasien yang
mengalami gagal jantung diperhatikan kondisi fisiknya selama berpuasa. Hasil
penelitian tersebut menyatakan bahwa berpuasa tidak memiliki dampak buruk bagi
fungsi jantung maupun kesehatan organ lainnya.
Rami
dkk melakukan penelitian observasional prospektif mengenai efek puasa Ramadhan
pada pasien dengan gagal jantung kronis dengan fraksi ejeksi kurang dari 40
persen. Fraksi ejeksi adalah pengukuran
darah yang dipompa keluar dari ventrikel, normalnya lebih dari 50 persen.
Terdapat 249 penderita dengan gejala gagal jantung yang melakukan rawat jalan
di tiga klinik. Dari 249 penderita, 227 pasien menjalani ibadah puasa selama
Ramadhan. Peneliti mengamati kepatuhan peserta dalam membatasi cairan dan garam
serta mengonsumsi obat sejak sebelum, selama, dan sesudah Ramadhan. Hasilnya,
209 pasien (92%) tidak mengalami perubahan atau gejala gagal jantung membaik,
sementara 18 pasien (8%) kondisinya memburuk, disebabkan oleh ketidakdisiplinan
mengikuti aturan pembatasan cairan dan garam, juga kurang patuh mengonsumsi
obat-obatan.
Walaupun
puasa tidak menimbulkan efek samping yang buruk pada penderita penyakit
jantung, ada beberapa hal yang sebaiknya penderita tersebut tidak berpuasa,
diantaranya adalah sering mengalami nyeri dada berulang dalam waktu dekat,
sering mengalami kelelahan, sesak napas, atau perlu minum obat diuretik lebih
dari 3 kali sehari, baru mengalami serangan jantung atau operasi jantung, atau
mengalami gangguan irama jantung yang menyebabkan penderita tersebut harus mengonsumsi
rutin obat anti aritmia. Namun demikian, bagi penderita gangguan jantung yang
ingin menjalani ibadah puasa disarankan untuk berkonsultasi dulu dengan dokter
spesialis jantung dan pembuluh darah. Penderita dengan tekanan darah tinggi
dapat ikut berpuasa, selama tidak memiliki komplikasi serius, tentu saja tetap
minum rutin obat-obatan.
Pengaturan
obat-obatan jantung selama berpuasa
Obat-obatan
jantung harus tetap dikonsumsi secara rutin selama bulan puasa untuk menurunkan
risiko terjadinya komplikasi akibat penyakit jantung. Ada beberapa obat-obatan
yang perlu penyesuaian, tentunya harus konsultasi dengan dokter terlebih
dahulu, seperti ; Obat pengencer darah, Obat anti kolesterol, Diuretik, Obat
anti hipertensi
Makanan
yang sebaiknya dikonsumsi saat berbuka dan sahur
Saat
sahur dan berbuka, sebaiknya mengonsumsi sayuran dan buah-buahan, karena
mengandung kalium yang dapat mengurangi efek natrium atau garam pada tekanan
darah. Beberapa jenis makanan yang mengandung banyak kalium adalah: pisang,
jeruk, melon, blewah, terong, mentimun, dan sayuran hijau. Namun makanan tinggi
kalium juga harus diwaspadai pada penderita gagal ginjal kronik.
Pada
penderita dengan hipertensi, tidak dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang
kandungan garamnya tinggi, baik saat sahur maupun berbuka karena garam dapat
memicu kenaikan tekanan darah secara cepat. Pembatasan asupan garam dalam
makanan setidaknya 2 gram per hari, atau sekitar satu sendok teh.
Gandum
utuh atau biji-bijian yang utuh adalah sumber serat yang sangat baik yang
berperan mengatur tekanan darah dan kesehatan jantung. Sehingga bisa menjadi
pilihan menu makanan saat sahur dan berbuka.
Mengurangi
konsumsi lemak jenuh dan lemak trans saat berbuka dan sahur sangat penting
untuk membantu mengurangi kolesterol di dalam tubuh. Tingginya kadar kolesterol
bisa menimbulkan plak di pembuluh darah yang bisa meningkatkan risiko penyakit
jantung atau stroke. Sebaiknya mengonsumsi
sumber lemak yang dapat meningkatkan HDL (kolesterol baik) seperti
alpukat, almond, minyak zaitun, minyak canola.
Sumber
protein rendah lemak seperti daging tanpa kulit atau lemak, ikan, telur, kacang
kedelai, tahu, tempe, susu skim atau rendah lemak dapat dipilih untuk mencegah
meningkatnya kolesterol. Pada
penderita hipertensi sebaiknya membatasi konsumsi minuman berkafein, seperti
kopi, teh, dan minuman bersoda.
Olahraga
saat berpuasa
Saat
berpuasa sebaiknya olahraga dilakukan dengan intensitas ringan sampai sedang,
30 menit 3-5 kali dalam seminggu. Penentuan intensitas ini bisa dilakukan
dengan pengukuran nadi dengan rumus 70% x Maximal HR (heart rate = denyut
nadi). Rumus daripada maximal HR adalah 220-umur. Contoh, pada penderita usia
50 tahun, maka maximal HR adalah 220-umur (50 tahun) = 170. Jika intensitas
sedang maka denyut nadi yang disarankan maksimal 70% x 170 = 119 kali permenit.
Cara lain adalah dengan tes bicara, dimana dikatakan intensitas sedang bila
dapat mempertahankan pembicaraan atau mengatakan kalimat tanpa
terengah-terengah saat berolahraga, akan tetapi sudah tidak dapat bernyanyi.
Olahraga
pagi boleh dilakukan asalkan intensitas ringan seperti jalan kaki, bisa saja
dilakukan sore hari, namun hati-hati karena gula darah terendah saat menjelang
berbuka. Olahraga juga dapat dilakukan malam hari 2 jam setelah makan.
Tips
aman berpuasa pada penderita jantung
Selama
bulan puasa, sebaiknya konsumsi makanan secukupnya, porsi kecil, dan tidak
melakukan “balas dendam” saat berbuka puasa. Kurangi makanan berlemak dan
banyak garam, seperti gorengan atau makanan cepat saji. Perbanyak sayuran dan
buah-buahan, makanan berserat seperti gandum atau biji-bijian. Luangkan waktu
untuk beristirahat dan tidur yang cukup, minum air setidaknya 8 gelas sehari,
kecuali bila dokter menyarankan pembatasan cairan pada kondisi gagal jantung.
Dan yang terpenting adalah periksakan diri ke dokter bila terdapat keluhan atau
konsultasi terhadap obat-obatan rutin yang dikonsumsi.
Sementara
itu,ketika bulan Puasa Ramadhan, adakah penderita DM ( Kencing Manis ) bisa
berpuasa dan bagaimana dosis pengobatannya?
Menurut
studi EPIDIAR (Epidemmiology of Diabetes and Ramadhan) yang meneliti 12.243 pasien
diabetes dari 13 negara Islam mendapatkan, 43% pasien diabetes melitus (DM) tipe
1 dan 79% pasien DM tipe 2 berpuasa selama Ramadhan. MEmang penderita diabetes
yang berpuasa beresiko memiliki efek samping seperti hipoglikemia,
hiperglikemia, dengan atau tanpa ketoasisdosis dan dehidrasi. Resiko ini akan
meningkat pada periode berpuasa yang lama.
Sebenarnya
selama kadar gula darah terkontrol dengan baik sebelum puasa, aman bagi
penderita diabetes untuk berpuasa. Lima hal yang perlu diperhatikan dalam
pengelolaan pasien diabetes yang menjalankan puasa, yakni :
-
Tatalaksana bersifat individual
-
Pemantauan teratur kadar gula darah
-
Nutrisi tidak boleh berbeda dari kebutuhan harian
-
Olahraga tidak boleh berlebihan
-
Penderita harus tahu kapan membatalkan Puasa
Penderita
diabetes yang ingin tetap menjalankan Puasa Ramadhan, perlu konsultasi kepada
dokter, apakah termasuk pasien berisiko tinggi mengalami efek samping atau
tidak. Setidaknya 3 bulan sebelum puasa Ramadhan harus sudah direncanakan, agar
bisa dinilai beberapa hal :
-
Pemeriksaan Gula darah dan HbA1c
-
Pemeriksaan komplikasi dan kondisi komorbid lain yang dapat memperburuk akibat
yang berkepanjangan.
-
Perubahan diet dan perencanaan makan berdasar kebiasaan dengan tetap menjaga
jumlah kalori harian
-
Kemungkinan dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit juga perlu diperhatikan.
Dosis
dan cara Pemakaian Obat berkhasiat hipoglikemik Oral maupun suntikan juga
mengalami perbedaan antara saat tidak puasa dengan saat puasa Ramadhan.
Lalu,
Pertanyaannya,
-
Bagaimana penentuan atau stratifikasi penderita DM berdasar resiko efek
samping?. Apakah termasuk resiko sangat tinggi, resiko tinggi, resiko moderat
atau resiko rendah sehingga lebih tenang menjalankan puasa?..
-
Kalau ada perbedaan dosis dan cara pemakaian Obat berkhasiat hipoglikemik Oral
maupun suntikan, bagaimana detailnya?..
Silahkan
anda ber konsultasi dengan tenaga medis seperti Dokter yang rutin menangani keluhan
Diabetes Mellitus anda.
BACA JUGA :
Oleh karena itu, agar kondisi fisik anda tetap fit selama Ramadhan 1441 H ini, utamanya bagi anda yang harus tetap.bekerja dan dalam situasi pandemi Covid 19 ini. Maka , selain berbuka dan sahur dengan makanan bergizi seimbang, tidak ada salahnya anda mengonsumsi suplemen kesehatan yang sudah memiliki hasil penelitian ilmiah ( evidence based medicine), Seperti beberapa produk suplemen kesehatan berikut ;
 |
Nigellive ; isi nigella sativa dan olive oil. |
 |
Madu Arab lemon,khasiat ; Penyembuhan Flu, anti bakteri,peningkat stamina, membantu diet, mengurangi asam lambung tinggi, membantu kesehatan paru dan saluran napas. |
 |
Minyak Habbatussauda |
 |
Salmonlive isi; Salmon oil, nigella sativa, olium olivarum |
 |
Madu arab |
 |
Golden sea cucumber ; jellymat ( teripang ) |
 |
Habbasyi Plus isi ; Habbatussauda, bee pollen, tanaman pegagan
APABILA ANDA MENGALAMI GEJALA PENYAKIT INFEKSI YANG PENYEBABNYA MENGARAH KARENA VIRUS, ADA BAIKNYA JUGA KONSUMSI SUPLEMEN KESEHATAN BERIKUT ;
|
|
Untuk mengetahui hasil penelitian ilmiah produk tersebut, bisa anda kunjungi ( klik ) tautan berikut ;
Atau bisa langsung menghubungi manajemen Jonadoctor, Health and Business untuk bisa mendapatkan produk suplemen kesehatan dengan harga relatif Murah di nomor WA berikut ;
1. Ny.A.sekar.T, SST 
2.Tn.Is.Dar, 
, dan bisa juga di email ; jonadoctorspot@gmail.com.
Sumber :
- web wikipedia
- semijurnal farmasi & kedokteran ethicaldigest
- web catalysis
- web eramuslim
- web kemenag
- web inaheart
- WA group of Humanity Update-ACT 43
- habbts int co ltd property of marketing-
- gana islamika,Sodikin dalam web Islampos
DISCLAIMER ;
"Kami adalah manusia biasa yang tidak luput dari kealpaan, namun kami juga manusia yang selalu berusaha belajar menerapkan kebaikan. Dengan Demikian, kami berharap kritik dan saran positif secara baik terhadap konten tulisan kami, walaupun kami selalu berusaha maksimal mencari sumber yang paling benar dan memantau perkembangan sumber ilmunya. Semoga Alloh ,Tuhan Yang Maha Esa me-Ridhoi usaha kami dan rekan pembaca dalam berbagi ilmu kebenaran ,demi Kemaslahatan Dunia Untuk Akhirat, serta dihindarkan dari tindakan pencemaran Nama baik, diskriminasi suku,agama,ras, Antar golongan ( SARA) , pelanggaran hukum agama dan negara serta Pelanggaran Hak cipta. Terima Kasih", Salam sehat lahir batin, Sukses selalu dan Salam perdamaian di DUNIA INTERNASIONAL - By Jonadoctor, Health And Business (C) 2008 - 2021 ( contact us , mail : jonadoctorspot@gmail.com )