![]() |
Dalam tajuk tersebut, dikabarkan bahwa Bencana kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) tak kunjung padam.
Menurut data Sipongi Kementerian Kehutanan per Minggu 25 Oktober 2026, luas wilayah yang mengalami kebakaran per Januari 2026 hingga saat ini mencapai 7.634,46 hektare.
Kualitas udara berada dalam kategori berbahaya. Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut, Chandra, menyebut konsentrasi partikulat PM2,5 di Palangka Raya pada pukul 10.00 WIB mencapai 1.995 mikrogram per meter kubik.
Karhutla turut berdampak parah terhadap kebun-kebun milik warga, misalnya di Kecamatan Mentaya Hilir Utara (MHU), Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Bupati Kotim Halikinnor meninjau langsung lokasi kebakaran di Kecamatan MHU dan menyampaikan bahwa kondisi tanah gambut menghamnat pemadaman karhutla. Api bisa menjalar ke bawah permukaan tanah sehingga masih ada potensi bara meski api di permukaan tampak padam.
Mengapa PM dari Kabut Asap Sangat Berbahaya?
Selain ukurannya yang mikroskopis, penelitian Fakultas Kedokteran UI menunjukkan bahwa PM2.5 dari kabut asap gambut mengikat senyawa kimia beracun seperti hidrokarbon aromatik (PAH) dan logam transisi. Komponen ini memicu radikal bebas di dalam paru-paru yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan paru permanen, serangan jantung, hingga stroke.
Untuk lebih lanjut memahami dampak PM 10 & PM 2.5 ke dalam tubuh manusia utamanya saluran napas dan cara mengatasinya,dapat anda baca dalam laman berikut ;
https://jonadoctor.blogspot.com/2023/09/terkini-penting-dan-harus-diwaspadai.html

1. Ny.A.sekar.T, SST ( Paramedis/ KEBIDANAN dan BISNIS )
2.Tn.Is.Dar, MD ( Medis / TELEMEDICINE / KONSULTASI DOKTER ONLINE & MASIH AKTIF MENJALANI PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS PARU )
![]() |
Atau di email: jonadoctorspot@gmail.com
KLIK UNTUK CHAT TELEGRAM
( https://t.me/Jonadoctor_Health_Business )
ATAU KLIK IKON TELEGRAM DI POJOK KANAN BAWAH WEBLOG INI.)
- Web tribunnews
- web FK UI
- web BMKG
- web google
- pengalaman praktik sehari-hari di fasyankes rujukan di eks Balai Paru dan proses menjalani PPDS ( Program Pendidikan Dokter Spesialis ) Paru oleh dr. Iswan Daru
- property of Jonadoctor Health & Business ( https://jonadoctor.blogspot.com )
"Kami adalah manusia biasa yang tidak luput dari kealpaan, namun kami juga manusia yang selalu berusaha belajar menerapkan kebaikan. Dengan Demikian, kami berharap kritik dan saran positif secara baik terhadap konten tulisan kami, walaupun kami selalu berusaha maksimal mencari sumber yang paling benar dan memantau perkembangan sumber ilmunya. Semoga Alloh ,Tuhan Yang Maha Esa me-Ridhoi usaha kami dan rekan pembaca dalam berbagi ilmu kebenaran ,demi Kemaslahatan Dunia Untuk Akhirat, serta dihindarkan dari tindakan pencemaran Nama baik, diskriminasi suku,agama,ras, Antar golongan ( SARA) , pelanggaran hukum agama dan negara serta Pelanggaran Hak cipta. Terima Kasih",Salam sehat lahir batin, Sukses selalu dan Salam perdamaian di DUNIA INTERNASIONAL ( Atas Berkat Rahmat Alloh, Tuhan Yang Maha Esa ) “🙏“🙏“🙏By : Jonadoctor, Health And Business © 2008 - 2026












0 comments:
Posting Komentar